Tanda-tanda dan Gejala Fistula Ani

Fistula ani adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan adanya kelainan pada saluran dengan pembukaan internal di saluran anus yang meluas dan terbuka pada kulit di dekat anus. ada juga penjelasan lainnya yang di lansir dari medistra. Fistula adalah hubungan abnormal antara dua tempat yang berepitel. Fistula ani adalah fistula yang menghubungkan antara kanalis anal ke kulit di sekitar anus (ataupun ke organ lain se­perti ke vagina). Pada permukaan kulit bisa terlihat satu atau lebih lubang fistula, dan dari lubang fistula tersebut dapat keluar nanah ataupun kotoran saat buang air besar.

Terdapat dua jenis fistula ani, tentu saja penyebabnya masing-masing. Fistula ani juga dapat terjadi pada pasien dengan kondisi inflamasi berkepanjangan pada usus, seperti pada Irritable Bowel Syndrome (IBS), diverticulitis, colitis ulseratif, dan penyakit crohn, kanker rectum, tuberculosis usus, HIV-AIDS, dan infeksi lain pada daerah ano-rektal.

Sebagian besar fistula ani memerlukan operasi karena fistula ani jarang sembuh spontan. Setelah operasi risiko kekambuhan fistula termasuk cukup tinggi yaitu sekitar 21% (satu dari lima pasien dengan fistula post operasi akan mengalami kekambuhan).

Gejala fistula ani

Gejala fistula ani bisa bervariasi tergantung dari penyebab utamanya. Gejala awal munculnya fistula ani yang paling umum di tandai dengan adanya lubang di daerah sekitar anus yang mengeluarkan cairan seperti lendir dan atau mengeluarkan angein ketika kentut. Dalam banyak kasus, fistula tumbuh tidak diketahui untuk jangka waktu yang lama, yang lainnya menjadi tidak sedap dipandang pada kulit.

Dalam kasus fistula yang ditemukan diantara perut, mencerna makanan bisa sulit bagi sistem pencernaan. Pada beberapa pasien, fistula usus-ke-usus dapat menyebabkan diare yang berkepanjangan dan kekurangan gizi. Dalam banyak kasus, fistula dalam tubuh (internal) tidak ditandai dengan gejala yang dapat diamati dan hanya dapat terlihat melalui rontgen atau metode pencitraan kedokteran lainnya.

Fistula dapat terjadi di banyak bagian tubuh. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Arteriovenosa (antara arteri dan vena)
  2. Bilier
  3. Serviks ( celah yang abnormal ke dalam atau di leher rahim )
  4. Craniosinus
  5. Enterovaginal (antara usus dan vagina)
  6. Kotoran atau anus (tinja dibuang melalui pembukaan selain anus)
  7. Lambung (dari perut ke permukaan kulit luar )
  8. Metroperitoneal (antara rahim dan rongga peritoneal)
  9. Arteriovenosa paru (dalam paru-paru, arteri paru-paru dan vena yang terhubung, memungkinkan darah untuk melewati proses oksigenasi di paru-paru (pulmonary fistula arteriovenosa)
  10. Umbilical (koneksi antara pusar dan usus)

Menangani dan mencegah fistula ani

Pada operasi fistula simple, pasien dapat pulang pada hari yang sama setelah operasi. Namun pada fistula kompleks mungkin membutuhkan rawat inap beberapa hari.

Setelah operasi mungkin akan terdapat sedikit darah ataupun cairan dari luka operasi untuk beberapa hari, ter­utama sewaktu buang air besar. Perawatan luka pasca ope­rasi meliputi sitz bath (merendam daerah pantat dengan cairan antiseptik), dan penggantian balutan secara rutin. Obat obatan yang diberikan untuk rawat jalan antara lain antibiotika, analgetik dan laksatif. Aktivitas sehari hari umumnya tidak terganggu dan pasien dapat kembali bekerja setelah beberapa hari. Pasien dapat kembali menyetir bila nyeri sudah berkurang. Pasien tidak dianjurkan berenang sebelum luka sembuh, dan tidak disarankan untuk duduk diam berlama-lama. Baca juga: Obat fistula Ani.

Tindakan pencegahan fistula ani di lakukan dengan menjaga pola hidup sehat, dan juga lakukan olah raga secara teratur.