Gejala Fistula Ani

Apa saja sih gejala fistula ani itu ? Gejala fistula yang terjadi berbeda antar berbagai jenis fistula yang di deritanya, dan dalam banyak kasus, fistula tumbuh tidak diketahui untuk jangka waktu yang lama, yang lainnya menjadi tidak sedap dipandang pada kulit.

Dalam kasus fistula yang ditemukan diantara perut, mencerna makanan bisa sulit bagi sistem pencernaan. Pada beberapa pasien, fistula usus-ke-usus dapat menyebabkan diare yang berkepanjangan dan kekurangan gizi. Dalam banyak kasus, fistula dalam tubuh (internal) tidak ditandai dengan gejala yang dapat diamati dan hanya dapat terlihat melalui rontgen atau metode pencitraan kedokteran lainnya.

Fistula anal (dubur), di sisi lain, mungkin adalah jenis yang paling mudah diamati. Mereka ditandai dengan gejala seperti iritasi kulit di daerah dubur, nyeri perut, dan nyeri ketika duduk atau dalam berbagai posisi yang mempengaruhi kulit dan otot-otot di daerah tersebut. Beberapa fistula anal juga mengalami kebocoran tinja.

Fistula rektovaginal dan vesikovaginal sering ditandai dengan nyeri, infeksi, atau peradangan di sekitar daerah vagina. Fistula terhubung ke kandung kemih juga kadang-kadang mengalami kebocoran urin atau kotoran (biasanya saat buang air kecil).

Fistula biasanya terjadi akibat dari cedera, pembedahan, infeksi atau peradangan. Penyakit inflamasi usus, seperti kolitis ulserativa atau penyakit Crohn, adalah contoh penyakit yang mengarah ke fistula antara satu lekukan usus dengan yang lain. Cedera dapat menyebabkan fistula antara arteri dan vena.

Fistula dapat terjadi di banyak bagian tubuh. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Arteriovenosa (antara arteri dan vena)
  2. Bilier (terjadi selama operasi kandung empedu, saluran empedu terhubung ke permukaan kulit)
  3. Serviks (celah yang abnormal ke dalam atau di leher rahim)
  4. Craniosinus (antara ruang dalam tengkorak dan sinus hidung)
  5. Enterovaginal (antara usus dan vagina)
  6. Kotoran atau anus (tinja dibuang melalui pembukaan selain anus)
  7. Lambung (dari perut ke permukaan kulit)
  8. Metroperitoneal (antara rahim dan rongga peritoneal)
  9. Arteriovenosa paru (dalam paru-paru, arteri paru-paru dan vena yang terhubung, memungkinkan darah untuk melewati proses oksigenasi di paru-paru (pulmonary fistula arteriovenosa)
  10. Umbilical (koneksi antara pusar dan usus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *