Obat Herpes atau Dompo

Apa sih Obat Penyakit Herpes Itu ?

Tepat sekali anda mengunjungi situs ini, kami akan memberikan pengetahuan kepada anda tentang tips cara mengobati herpes simplex, zoostes, genital, labialis pada bibir, alat kelamin dan tangan. pembahasan obat penyakit herpes yang sudah di kemas dalam bentuk kapsul maupun dengan cara meracik ramuan sendiri di rumah.

namun, sebelum itu anda juga harus memahami tentang herpes, penyakit yang menyerang kulit anda. Herpes di indonesia di kenal dengan nama dompo atau dampa. mereka merupakan suatu penyaki yangt dapat menimbulkan gatal yang sangat luar biasa. biasanya penyakit ini menyerang pada bagian dan alat kelamin. penyebab utamanya adalah virus. penyakit ini dapat di tularkan melalui oral sex, ciuman, sentuhan kulit, dan hubungan badan suami istri. beberapa cara dapat di lakukan untuk mengatasi penyakit ini mulai dengan penanganan sendiri sampai menggunakan obat-obatan khusus.

Dalam dunia pengobatan herpes, ada lima jenis obat yang sudah umum di gunakan yaitu gangjie, ghosiah, bersih darah, pipeca dan salep plus. Mereka merupakan 1 paket obat yang berisi 4 botol obat minum dan 1 buah salep yang di pasarkan dengan harga Rp 750,000,-Harga ini belum termasuk biaya kirim ke alamat. dan bagi anda yang berminat untuk memesannya, silahkan hubungi nomor yang tercantum di blog ini. Anda dapat melihat produknya pada gambar di bawah ini :

obat herpes klinik chabib

Bagaimana cara pemesanan obat herpes secara online?

  • Smskan format pemesanan anda seperti contoh:

    ANDRE # JL>GARUDA NO 277 JAKARTA # Obat Herpes # 3 PAKET # Bank Yang Akan Anda Gunakan ( Bca, Bni, Bri, Mandiri )

  • Setelah Anda Sms Format Pemesanan Kami Akan Membalas Jumlah Yang Harus Ditransfer Beserta No Rekening Kami. Selanjutnya Silahkan Lakukan Pembayaran Dan Setelah Anda Transfer Segera Lakukan Konfirmasi Pembayarannya.
  • konfirmasikan pemesanan anda seperti contoh berikut ini:

    Dani Saputra # Jl. Garuda No 2546 Kemayoran Jakarta Pusat # 0899 6677 529 # Obat Herpes # Sudah Transfer Rp.1000.000 Via Bca An.Sugeng

  • Kirim Konfirmasi pemesanan anda pada ke nomor Hp yang tercantum di blog ini.

bagi anda yang berminat dengan obatnya, silakan ikuti langkah-langkah pemesanannya.

Pipeca

Pipeca-De Nature bahan utamanya terbuat dari sirih merah, Sirih merah adalah tumbuhan merambat yang ditanam orang karena khasiat pengobatan dan juga keindahan daunnya. Tumbuhan ini masih berkerabat dekat dengan sirih maupun lada. Nama ilmiah tumbuhan asal Sulawesi ini adalah Piper ornatum, namun beberapa pustaka mengacaukannya dengan Piper crocatum, tumbuhan yang tidak dibudidayakan yang berasal dari benua Amerika. Dan sirih merah juga dapat digunakan sebagai obat diabetes militus, hepatitis, asam urat, batu ginjal, menurunkan kolestrol, mencegah strok, keputihan, radang prostat, radang mata, maag, kelelahan, nyeri sendi, dan memperhalus kulit.

Bersih Darah

Bersih Darah-De Nature dalam pengobatan penyakit herpes kulit ini berfungsi untuk membersihkan darah dari virus-virus yang menginfeksi pada bagian tubuh anda. adapun bahan yang terkandung di dalamnya salah satunya yaitu Tinospora Crispa Atau lebih di kenal dengan Brotowali. Bratawali, brotowali, atau akar aliali (Tinospora crispa (L.) Miers ex Hoff.f.; juga T. cordifolia (Thunb.) Miers dan T. rumphii Boerl.) adalah tanaman obat tradisional Indonesia yang biasa ditanam di pekarangan atau tumbuh liar di hutan. Rebusan batangnya yang terasa sangat pahit biasa dijadikan obat rematik, mengurangi gula darah, menurunkan panas, dan membantu mengurangi gejala kencing manis. Di Indonesia, selain dikenal dengan nama bratawali, tanaman ini juga dikenal dengan nama daerah andawali, antawali, putrawali atau daun gadel. Klasifikasi dari tanaman ini termasuk kedalam famili tanaman Menispermaceae. Tanaman ini kaya kandungan kimia antara lain alkaloid (berberina dan kolumbina yang terkandung di akar dan batang, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, hars, berberin, palmatin, kolumbin (akar), kokulin (pikrotoksin). ( baca juga obat infeksi saluran kencing )

Gangjie

Obat Herbal Gangjie-De nature terbuat dari Sambiloto dan kumis kucing yang berkhasiat ampuh dalam mengobati berbagai penyakit dalam termasuk penyakit herpes kulit, adapun sekilas pembahasan tentang tanaman sambiloto dan kumis kucing sebagai berikut:

  • Sambiloto : Bahan-bahan alami yang terkandung dalam obat alami gangjie dan ghosiah di antarannya Sambiloto, Tanaman Sambiloto merupakan tumbuhan berkhasiat obat berupa terna tegak yang tingginya bisa mencapai 90 sentimeter. Asalnya diduga dari Asia tropika. Penyebarannya dari India meluas ke selatan sampai di Siam, ke timur sampai semenanjung Malaya, kemudian ditemukan Jawa. Tumbuh baik di dataran rendah sampai ketinggian 700 meter dari permukaan laut. Sambiloto dapat tumbuh baik pada curah hujan 2000-3000 mm/tahun dan suhu udara 25-32 derajat Celcius. Kelembaban yang dibutuhkan termasuk sedang, yaitu 70-90% dengan penyinaran agak lama. Nama daerah untuk sambiloto antara lain: sambilata (Melayu); ampadu tanah (Sumatera Barat); sambiloto, ki pait, bidara, andiloto (Jawa Tengah); ki oray (Sunda); pepaitan (Madura), sedangkan nama asingnya Chuan xin lien (Cina).
  • Kumis kucing mendapatkan nama ilmiah Orthosiphon aristatus yang tergolong dalam famili Labiatae. Tanaman ini termasuk terna tegak yang di bagian buku-bukunya terdapat akar serta ketinggian hingga 2 meter. Penyebaran kumis kucing di daerah beriklim tropis seperti Asia bermulai dari Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, hingga masuk ke Filipina.
    Manfaat kumis kucing sebagai obat lain adalah meredakan rasa sakit saat encok, menyembuhkan asam urat, infeksi kantung kemih, dan nyeri saat buang air kecil. Ramuan obat-nya masih sama, Anda hanya perlu merebus daun kumis kucing sesuai kebutuhan dan diminum rutin hingga gangguan kesehatan yang Anda derita dapat sembuh secara berangsur.

Ghosiah

Ghosiah-De Nature Obat Herpes bahan utamanya terbuat dari Lumbricus rubellus atau di indonesia di kenal dengan cacing tanah, mungkin terlihak menjijikan, tapi khasiatnya untuk mengobati berbagai penyakit itu cukup ampuh.  Cacing tanah adalah nama yang umum digunakan untuk kelompok Oligochaeta, yang kelas dan subkelasnya tergantung dari penemunya dalam filum Annelida.

Cacing tanah merupakan makhluk yang telah hidup dengan bantuan sistem pertahanan mereka sejak fase awal evolusi, oleh sebab itu mereka selalu dapat menghadapi invasi mikroorganisme patogen di lingkungan mereka. Penelitian yang telah berlangsung selama sekitar 50 tahun menunjukkan bahwa cacing tanah memiliki kekebalan humoral dan selular mekanisme. Selain itu telah ditemukan bahwa cairan selom cacing tanah mengandung lebih dari 40 protein dan pameran beberapa aktivitas biologis sebagai berikut: cytolytic, proteolitik, antimikroba, hemolitik, hemagglutinating, tumorolytic, dan kegiatan mitogenic.

Cairan dari selom foetida Eisenia Andrei telah diteliti memiliki sebuah aktivitas antimikroba terhadap Aeromonas hydrophila dan Bacillus megaterium yang dikenal sebagai patogen cacing tanah. Setelah itu diperoleh dua protein, bernama Fetidins, dari cairan selom cacing tanah dan menegaskan bahwa aktivitas antibakteri ini disebabkan karena fetidins. Lumbricus rubellus juga memiliki dua agen antibakteri bernama Lumbricin 1 dan Lumbricin 2. Baru-baru ini, dua jenis faktor antibakteri yang mempunyai aktivitas seperti lisozim dengan aktivitas hemolitik serta pengenalan pola protein bernama selom cytolytic faktor (CCF) telah diidentifikasi dalam foetida Eisenia cacing tanah. Lysenin protein yang berbeda dan Eisenia foetida lysenin-seperti protein memiliki beberapa kegiatan yang diberikan cytolytic hemolitik, antibakteri dan membran-permeabilizing properti.

Protein yang dimiliki oleh cacing tanah memiliki mekanisme antimikroba yang berbeda dengan mekanisme antibiotik. Antibiotik membunuh mikrorganisme tanpa merusak jaringan tubuh. Antibiotik membunuh mikroganisme biasanya dengan dua cara, yaitu dengan menghentikan jalur metabolik yang dapat menghasilkan nutrient yang dibutuhkan oleh mikroorganisme atau menghambat enzim spesifik yang dibutuhkan untuk mmbantu menyusun dinding sel bakteri. Sedangkan, mekanisme yang dilakukan oleh protein yang dimiliki oleh cacing tanah adalah dengan membuat pori di dinding sel bakteri. Hal ini menyebakan sitoplasma sel bakteri menjadi terpapar dengan lingkungan luar yang dapat mengganggu aktivitas dalam sel bakteri dan menyebabkan kematian. Dengan cara ini, bakteri menjadi lebih susah untuk menjadi resisten karena yang dirusak adalah struktur sel milik bakteri itu sendiri

Salep plus

Salep+ Denature ini di gunakan untuk pengobatan dari luar, khasiat dari salep ini untuk mengeringkan bagian herpes yang terluka  berbentuk bentol-bentol seperti cacar air. dengan menggunakan salep ini, insyaaAlloh luka bentol yang berbentuk seperti cacar ait itu akan segera mengering.

Obat Herpes dg Daun Waru Landak

Bersamaan dengan mengkonsumsi paket obat denature, anda juga dapat membuat ramuan obat tradisional herpes kulit dari tanaman waru landak. Berikut uraiannya :

Waru Landak tanaman untuk obat tradisional herpes

Bagian dari tanaman ini yang di manfaatkan untuk membuat obat tradisional herpes yaitu pada Daunnya. Waru landak (Hibiscus mutabilis) atau si buyung, adalah tumbuhan Indonesia yang dipakai untuk macam-macam kegunaan, mulai dari tanaman hias, dahulu sempat dijadikan tanaman penghasil serat, dan dijaikan pula tanaman obat. Di Indonesia, waru landak atau si buyung punya nama-nama seperti bunga waktu běsar (Mlk.), waru landak (Jw), dan saya ngali-ngali serta s. bali jaga (Tern.), serta bunga balik cahaya, juga bunga landak.

Tanaman ini merupakan tanaman Perdu tegak dengan tinggi 2–5 m, dengan beberapa percabangan, dan berambut halus. Daunnya bertangkai panjang, dan berwarn ahijau kusam. Adapun panjangnya itu adalah 5–8 cm, letaknya saling berseling. Helaian daunnya besar, bercangap dan menjari 3-5 buah, ujungnya runcing, pangkalnya berlekuk, berukuran 10–20 cm × 9–22 cm, kedua permukaan dilapisi oleh bulu-bulu halus dan tunggal. Bila daun-daun ini diremas di dlaam air, airnya bisa mengental.

Bunga waru landak berukuran besar, diameter 7–10 cm, dan keluar dari daun yang berkumpul di ujung tangkai. Bunga waru landak terletak pula d ranting bagian atas, dan pada waktu awal, dia berwarna putih agak kekuningan, kelamaan menjadi kesumba. Tangkai bunga panjangnya 8–10 cm, daun tangkai 10, lurus, seperti bintang dan berbulu dengan panjang 1,5-2,5 cm. Tangkai-tangkai ini membentuk pembuluh yang kuat dan tersembul di kepala-kepala putiknya. Kelopak bunga panjang 3–4 cm, bercangap 5, dan berbentuk oval. Mahkota bunga diameter 10–12 cm, berjumlah tunggal atau ganda, dan waktu pagi hari, berwarn aputih atau dadu, sore harinya menjelang layu menjadi merah. Benang sarinya panjang, berwarna kuning, dan pendek-pendek ukurannya. Di waktu pagi, kelihatan indah, karenanya orang banyak memelihara waru landak. Buahnya bulat, diameternya 2–5 cm, dipenuhi rambut kasar, dan bijinya berlekuk. Bijinya bulat, berbulu, dengan panjang bulu 2–4 mm. Waru landak yang berbunga tunggal terdapat di Cina, sementara yang berbunga dengan warna ganda lebih sering dibudidayakan. Tumbuhan ini bisa diperbanyak lewat cangkok dan setek.

Waru landak berasal dari Cina, berbunga sepanjang tahun, dan kini ditemukan liar dan ada yang dibudidayakan. Biasa tumbuhan ini ditemukan di taman, di halaman rumah sebagai tanaman pagar, dan/atau tumbuh liar di hutan-hutan. Bisa ditemukan dari ketinggian 1-900 mdpl.

Kegunaan Lendir dari daun yang diremas-remas digunakan penduduk masyarakat Indonesia untuk melunakkan dan mematangkan bisul yang keras. Bisa pula digunakan untuk mengobati memar-memar karena terkena pukulan yang tidak sampai mengeluarkan darah. Kata Karel Heyne dalam buku De nuttige-nya, waru landak bagus dijadikan tanaman hias di taman. Mengutip George Watt dalam Dictionary Commercial Products of India, bahwa serat yang dihasilkan waru landak bagian luarnya keras dan berwarna kelabu, tapi bagian dalamnya halus. Sehingga, kekuatan pengikatnya tak terllau kuat. Dia mengutip dari pernyataan Rumphius, bahwa lendir tumbuhan ini punya sifat yang sama dengan tanaman dari genus Althaea sebagai tanaman obat-obatan. Hanya saja, serat waru landak punya kekurangan; yakni, warnanya kurang baik.

Menurut catatan ilmiah, rasa waru landak agak pedas, sifatnya sejuk, masuk meridian paru-paru dan hati. Sifatnya antibiotik, anti-radang, membersihkan darah, menghilangkan bengkak, melancarkan pengeluaran nanah, dan menghentikan pendarahan/hemostatis. Bunga waru landak mengandung anthocyanin, isoquercitrin, hiperin (hyperin), hiperosid (hyperoside), rutin, cyanidin, dan cyanidin 3-rutinoside-5-glucoside. Sedangkan daunnya, mengandung tanin, asam amino, dan reducing sugar. Adapun yang digunakan dari waru landak adalah bunga, daun, dan akarnya. Bunga dan akar dikeringkan, smeentara daun bisa digunakan dalam keadaan segar. Bisa pula digunakan setelah dikeringkan dengan menjemurnya dibawah pelindung dan giling menjadi bubuk. Bunga waru landak bisa digunakan untuk mengobati kanker lambung, paru-paru, kulit, dll. Sedangkan watu itu sendiri bis adigunakan untuk mengobati abses paru, cacar ular, dan mata merah.

Menurut penelitian, waru landa bisa untuk mengobati kanker lambung. Selain itu pula, tumbuhan ini bisa digunakan untuk anti-radang dan anti-bakteri. Waru landak juga punya aktifitas untuk menghilangkan nitrat oksida. Lihat juga topik tentang Obat Diabetes.

Obat tradisional herpes dari Tanaman Gude

Bagian dari tanaman ini yang di manfaatkan untuk membuat obat tradisional herpes adalah daunnya. Gude, kacang gude, atau kacang bali (Cajanus cajan) adalah sejenis tanaman kacang-kacangan yang bersifat tahunan (perenial). Bijinya dapat dimakan dan menjadi sumber pangan alternatif. Tanaman ini relatif tahan panas dan kering sehingga cocok sebagai tanaman penghijauan kawasan kering.

Gude merupakan perdu dengan tinggi mencapai 3 m. Tumbuhan ini juga merupakan kacang tahunan dengan umur yang tidak terlalu panjang, hanya 1-5 tahun. Batangnya berbulu halus, dan bercabang banyak. Ia berbentuk bulat, beralur, berbulu, hijau kecokelatan. Daunnya ganda, beranak daun berjumlah tiga. Ada bulu-bulu halus baik pada bagian atas maupun bawahnya. Helai daun bulat telur sampai elips, tersebar, ujung dan pangkalnya runcing, tepinya rata, bentuk pertulangannya menyirip, dan warnanya hijau. Tangkainya pendek berwarna hijau. Bunganya berbentuk kupu-kupu, berwarna jingga, ataupun kecoklat-coklatan. berjumlah majemuk, karangan bunga sepanjang 15-30 cm, serbuk sarinya berwarna kuning, putiknya satu, bengkok, mahkotanya berwarna kuning dan juga berbentuk kupu-kupu. Buahnya polong, dapat mencapai 7,5 cm, lurus/membengkok seperti sabit, membulat, menjorong/agak persegi. Biji berwarna putih, krim, coklat, ungu kehitaman, dan juga kecil. Akarnya tunggang, dan berwarna putih kotor.

Gude berkecambah 2-3 minggu setelah disemai di tanah. Apabila ditanam secara vegetatif, dia akan tumbuh secara lambat. Setelah 2-3 bulan, maka dia akan bertumbuh dengan akselerasi. Mulai berbunga 56-210 kemudian setelah penyemaian. Kacang gude berusia dewasa dalam waktu 95-256 hari dalam kondisi normal di waktu musim hujan pada waktu siang yang panjang. Apabila siangnya pendek, perpanjang tubuh tumbuhan akan melambat dan bunganya akan terakselerasi. Di Indonesia, musim berbunga dan berbuah mungkin terjadi sepanjang tahun.