Obat Stroke

Obat Stroke yang paling banyak di cari orang adalah jenis obat yang memiliki khasiat ampuh dalam penyembuhan, aman di konsumsi, dan tanpa efek samping. nah di situs inilah anda dapat menemukannya. disini di bahas tentang obat herbal stroke yang sudah di percaya khasiatnya dalam mengobati stroke dan menormalkan sel saraf yang telah rusak.

Pengobatan stroke dengan obat herbal de nature yang sudah umum dengan menggunakan dua jenis produk yang di gunakan; yaitu centiloss dan morici, berbeda dengan obat iskemik. obat ini merupakan salah satu ramuan tradisional yang telah di kembangkan dan di kemas secara modern untuk memudahkan anda dalam mendapatkannya dan juga mengkonsumsinya. karena dengan adanya obat herbal ini anda sudah tidak perlu repot-repot membuat ramuan herbal sendiri di rumah, anda dapat dengan mudah mendapatkan obat ini. anda dapat melihat gambar obatnya di bawah ini:

Obat Stroke

sebelum anda melakukan pengobatan terhadap penyakit stroke ini, alangkah baiknya anda mengetahui tentang penyakit stroke dan obatnya.

Pengertian Stroke

Stroke adalah suatu kejadian rusaknya sebagian dari otak. Terjadi jika pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak tersumbat, atau jika robek atau bocor. Stroke, atau cerebrovascular accident (CVA), adalah hilangnya fungsi-fungsi otak dengan cepat, karena gangguan suplai darah ke otak. Hal ini dapat terjadi karena iskemia (berkurangnya aliran darah) dikarenakan oleh penyumbatan (thrombosis, arterial embolism), atau adanya haemorrhage (pendarahan).

Karenanya, daerah yang terkena stroke tidak dapat berfungsi seperti seharusnya. Gejala-gejalanya termasuk: hemiplegia (ketidakmampuan untuk menggerakkan satu atau lebih anggota badan dari salah satu sisi badan, aphasia (ketidakmampuan untuk mengerti atau berbicara), atau tidak mampu untuk melihat salah satu sisi dari luas pandang (visual field).

Stroke memerlukan tindakan darurat medis (medical emergency) pada masa emasnya (golden period) yang maksimum hanya berlangsung beberapa jam saja setelah terjadinya stroke. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya kerusakan tetap atau kerusakan yang lebih parah. Dan jika tidak ditangani, bahkan bisa mengakibatkan kematian. Stroke adalah penyebab ketiga terbesar kematian dan yang yang pertama dalam menyebabkan kecacatan pada dewasa di Amerika Serikat dan Eropa.

Faktor-faktor yang meningkatkan resiko terjadinya stroke adalah: usia, tekanan darah tinggi, stroke sebelumnya, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, atrial fibrillation, migraine dengan aura, dan thrombophilia (cenderung thrombosis). Dari semua faktor-faktor tersebut yang paling mudah dikendalikan adalah tekanan darah tinggi dan merokok.

Tanda dan gejala penyakit stroke

Gejala atau tanda -tanda Penyakit Stroke dapat di ketahui jika terjadi seperti di bawah ini :

  • Terdapat gangguan penglihatan di salah satu mata atau keduanya
  • Lemah, pusing dan sering bingung
  • Mengalami kesulitan dalam berbicara, mencakup juga berbicara dengan intonasi yang kacau
  • Tidak mampu berjalan atau ataxia
  • Mengalami hilang ingatan sebagian atau tiba-tiba hilang kesadaran
  • Mengalami kesulitan koordinasi antara tangan dan lengan
  • Pada satu sisi tubuh mengalami lemah dan kelumpuhan.

Klasifikasi penyakit Stroke

Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik maupun stroke hemorragik. Sebuah prognosis hasil sebuah penelitian di Korea menyatakan bahwa, 75,2% stroke iskemik diderita oleh kaum pria dengan prevalensi berupa hipertensi, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Berdasarkan sistem TOAST, komposisi terbagi menjadi 20,8% LAAS, 17,4% LAC, 18,1% CEI, 16,8% UDE dan 26,8% ODE.

Deteksi secepatnya dalam masa ‘Golden Period’ beberapa jam setelah serangan stroke sangat berarti bagi kesehatan pasien pasca stroke. Stroke iskemik, karena penyumbatan harus diberikan obat pengencer darah untuk melancarkan sumbatan dalam waktu tidak lebih dari 3 jam setelah serangan stroke, sedangkan stroke hemorragik dimana terjadi pendarahan harus segera dilakukan pembedahan untuk membersihkan darah dari otak. Jika terlambat penangannya, maka pasien akan menderita pasca stroke yang lebih berat.

Stroke hemorragik

Dalam stroke hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Pendarahan dapat terjadi di seluruh bagian otak seperti caudate putamen; talamus; hipokampus; frontal, parietal, dan occipital cortex; hipotalamus; area suprakiasmatik; cerebellum; pons; dan midbrain. Hampir 70 persen kasus stroke hemorrhagik menyerang penderita hipertensi.

Stroke hemorragik terbagi menjadi subtipe intracerebral hemorrhage (ICH), subarachnoid hemorrhage (SAH), cerebral venous thrombosis, dan spinal cord stroke. ICH lebih lanjut terbagi menjadi parenchymal hemorrhage, hemorrhagic infarction, dan punctate hemorrhage.

Stroke iskemik

Dalam stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Darah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis interna dan dua arteri vertebralis. Arteri carotis interna merupakan cabang dari arteri carotis communis sedangkan arteri vertebralis merupakan cabang dari arteri subclavia.

Sistem klasifikasi etiologis

Beberapa sistem klasifikasi yang didasarkan pada pertimbangan etiologi telah diterapkan kepada stroke iskemik. Beberapa sistem tersebut gagal mengikuti perkembangan zaman dan tidak lagi dipergunakan, beberapa sistem yang lain masih dapat diterima oleh sebagian masyarakat dan dipergunakan dalam lingkup yang terbatas. Berikut adalah sistem klasifikasi yang paling mutakhir dan paling banyak digunakan.

Sistem TOAST

Sistem TOAST (bahasa Inggris: Trial of ORG 10172 in Acute Stroke Treatment) pertama kali dikembangkan kepada terapi stroke iskemik akut pada awal tahun 1990. Sistem ini didasarkan pada sebagian besar fitur klinis namun tetap mempertimbangkan informasi diagnostik dari CT, MRI, transthoracic echocardiography, extracranial carotid ultrasonography, dan jika memungkinkan, cerebral angiography.

Sistem TOAST membagi stroke menjadi 5 subtipe yaitu,[10][11] large artery atherosclerosis (LAAS), cardiaoembolic infarct (CEI), small artery occlusion/lacunar infarct (LAC), stroke of another determined cause/origin (ODE), dan stroke of an undetermined cause/origin (UDE).

Sistem CCS

Klasifikasi sistem CCS (bahasa Inggris: Causative Classification of Stroke System) mirip dengan sistem TOAST dengan perbedaan dalam subtipe large artery atherosclerosis dibedakan menjadi occlusive dan stenotic. Sebagai contoh, penurunan diameter ≥ 50%, atau penurunan diameter <50% disertai plaque ulceration atau trombosis. Dan subtipe undetermined cause dibedakan lebih lanjut menjadi unknown, incomplete evaluation, unclassified stroke (more than one etiology), dan cryptogenic embolism.

Sistem ASCO

ASCO merupakan akronim dari atherothrombosis, small vessel disease, cardiac causes, and other uncommon causes. Sistem ASCO merupakan klasifikasi berdasarkan sistem fenotipe. Tiap fenotipe masih terbagi menjadi jenjang 0, 1, 2, 3 atau 9. Jenjang 0 berarti disease is completely absent, 1 berarti definitely a potential cause of the index stroke, 2 untuk causality uncertain dan 3 untuk unlikely a direct cause of the index stroke (but disease is present), 9 bagi grading is not possible due to insufficient work-up.

Dalam sistem ini, penderita dapat dikategorikan menjadi lebih dari satu subtipe etiologis, misalnya, penderita dengan ateroma karotid yang menyebabkan stenosis 50% dan fibrilasi atrial dengan aterosklerosis dan emboli kardiak, atau dijabarkan menjadi seperti A1-S9-C0-O3.

Sistem UCSD Stroke DataBank

Sistem UCSD mengklasifikan stroke iskemik menjadi large-vessel stenotic, large-vessel occlusive, Small-vessel stenotic, small-vessel occlusive, embolic dan unknown cause. Sedangkan klasifikasi stroke hemorragik terbagi menjadi subtipe yang sama yaitu tipe intracerebral dan subarachnoid.

Sistem HCSR

Sistem HCSR (bahasa Inggris: Harvard Cooperative Stroke Registry) membuat klasifikasi menjadi subtipe stroke yang disertai trombosis di arteri atau dengan infark lakunar, cerebral embolism, intracerebral hematoma, subarachnoid hemorrhage dari malformasi aneurysm atau arteriovenous.

Sistem NINCDS Stroke Data Bank

Dalam Stroke Data Bank of the National Institute of Neurological and Communicative Disorders and Stroke memklasifikasi menjadi subtipe diagnostik berdasarkan riwayat klinis penderita, pemeriksaan, test laborat meliputi tomografi, noninvasive vascular imaging, dan saat memungkinkan dan relevan, angiografi. Dari diagnosa tersebut subtipe infarcts of undetermined cause (IUC) dapat diklasifikasi ulang menjadi subtipe embolisme idiopatik, stenosis atau trombosis di pembuluh nadi, infark lakunar, infarksi superfisial dan sindrom nonlakunar.

Sistem lain

Beberapa ahli lain mempertimbangan klasifikasi berdasarkan fenotipe seperti keberadaan internal carotid artery plaque, intima-media thickness, leukoaraiosis, cerebral microbleeds (CMB), atau multiple lacunae.

CMB adalah deposit hemosiderin intraserebral yang terdapat di ruang pervaskular. Ekspresi CMB sangat tinggi di infark lakunar dan infark aterotrombotik, dan berekspresi rendah di infarksi kardioembolik. CMB dan leukoaraiosis sangat berkaitan erat. Hasil prognosis menunjukkan bahwa CMB ditemukan dalam 47-80% kasus primary intracerebral haemorrhage dan 0-78% dalam kasus ischaemic cerebrovascular disease. sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Stroke

Pengobatan stroke dengan Terapi ROM

Saat berkunjung ke klinik fisioterapi baik karena cedera, nyeri atau karena penyakit yang mengakibatkan keterbatasan gerak dan menghambat aktifitas, mungkin Anda akan mendengar istilah keterbatasan ROM , latihan ROM, atau pemeriksaan ROM.

ROM adalah singkatan dari Range Of Motion. ROM menggambarkan “seberapa luas sendi bisa digerakkan”. ROM diukur saat pemeriksaan. Bila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan nilai ROM dibawah normal fisioterapis akan memberikan latihan ROM untuk mengembalikan luas gerak sendi.

Saat menggerakkan bagian tubuh sendi juga ikut bergerak layaknya sebuah engsel pintu. Jika tubuh Anda tidak bisa digerakkan dengan penuh, misalnya Anda tidak bisa jongkok karena lutut Anda tidak bisa ditekuk dengan penuh, itu artinya ROM sendi Anda terbatas atau dibawah nilai normal.

Pemeriksaan ROM

Pemeriksaan ROM merupakan pemeriksaan penting dalam fisioterapi. ROM atau luas gerak sendi diukur oleh fisioterapis menggunakan alat yang disebut goniometer. Goniometer berupa alat yang terbuat dari logam atau plastik dengan dua lengan – seperti busur lipat. Angka dalam goniometer menunjukkan besar sudut dalam derajat, seperti busur.

Pengukuran ROM pada umumnya merupakan tindakan yang tidak menimbulkan rasa sakit. Namun ada beberapa kasus paska operasi atau cedera di mana proses pengukuran ROM mungkin menyakitkan, tapi rasa sakit tersebut biasanya hanya dirasakan sebentar dan hanya terjadi selama pengukuran.

Ada tiga jenis ROM yang perlu Anda ketahui, yaitu:

-Pasif (PROM),
-Active Assisted (AAROM), dan
-Active (AROM).

Latihan ROM Pasif

Pasif ROM (PROM) terjadi pada sendi jika Anda tidak menggunakan otot Anda untuk menggerakkan tubuh. Orang lain -misanya fisioterapis, yang secara manual menggerakkan tubuh Anda, sementara itu Anda rileks. Latihan ROM pasif biasanya digunakan fisioterapis selama fase awal penyembuhan paska operasi atau cedera. Jika kelumpuhan membuat tubuh Anda tidak bisa bergerak normal, latihan pasif ROM juga dapat digunakan untuk mencegah kontraktur (pemendekan otot dan sendi) .

Latihan ROM Active Assisted

Active Asisted ROM (AAROM) terjadi pada sendi ketika Anda mampu menggerakkan bagian tubuh Anda yang cedera, namun Anda masih memerlukan bantuan untuk bergerak agar tidak terjadi kerusakan jaringan atau untuk mencegah cedera lebih lanjut. Bantuan untuk menggerakkan tubuh Anda bisa berasal dari Anda sendiri -menggunakan bagian tubuh yang sehat atau bantuan dari orang lain. Contoh dari AAROM adalah pada kondisi paska operasi sendi bahu, atau cedera otot sendi bahu. Mungkin fisioterapis yang merawat Anda telah mengizinkan Anda untuk menggerakkan lengan Anda, tetapi masih harus dengan bantuan orang lain. Latihan AAROM biasanya digunakan fisioterapis pada kondisi paska cedera atau pembedahan ketika telah terjadi penyembuhan dan otot-otot sudah dapat berkontraksi, tapi masih memerlukan perlindungan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Latihan ROM Aktif

Active ROM (AROM) terjadi pada sendi jika Anda menggunakan otot Anda untuk menggerakkan bagian tubuh Anda dan tidak memerlukan orang lain untuk membantu Anda bergerak. Latihan ROM aktif digunakan ketika Anda mulai bisa bergerak secara mandiri setelah cedera atau operasi, dan tidak lagi memerlukan perlindungan dari cedera lebih lanjut.

Terapi Latihan ROM Untuk Penderita Stroke

Stroke Dapat Mengakibatkan Kekakuan Sendi Atau Keterbatasan ROM. Kelemahan otot penggerak tangan dan kaki diakibatkan karena hilangnya kontrol motorik di otak. Salah satu dampak dari kelemahan otot ini adalah terjadinya kekekuan sendi dan pemendekan otot. Sendi itu ibarat engsel pintu atau jendela, jika lama tidak digerakkan maka akan mengalami kemacetan. Dalam istilah medis keadaan ini dinamakan dengan keterbatasan ROM. Keterbatasan ROM adalah efek umum dari imobilisasi.

Sesegera mungkin setelah kondisi medis stabil fisioterapis memberikan latihan ROM pasif untuk menjaga sendi agar tidak mengalami kekakuan atau kemacetan. ROM pasif adalah latihan gerak sendi menggunakan tenaga dari orang lain. Karena alasan medis, pasien stroke pada fase akut akan dibatasi aktifitasnya. Namun pembatasan aktifitas itu akan mengakibatkan sendi tidak bergerak, dan efek dari sendi tidak digerakkan dalam waktu tertentu adalah kekakuan sendi atau keterbatan ROM. Pada fase ini fisioterapis akan menggerakkan persendian tangan dan kaki pasien stroke untuk menjaga agar tidak terjadi kekakuan sendi atau keterbatasan ROM.

Saat fase akut terlewati, pasien sudah lebih stabil dan diperkenankan melakukan lebih banyak aktifitas. Untuk menjaga sendi lengan dan tangannya yang mengalami kelemahan akibat stroke, pasien bisa menggunakan tangannya yang sehat dengan tenaganya sendiri. Latihan ini biasa dinamakan dengan latihan ROM aktif assisted, meskipun tidak terlalu tepat dengan definisi latihan ROM aktif assisted.

Keluarga Dapat Melakukan Terapi Latihan ROM atas Bimbingan Fisioterapis

Supaya pencegahan kekakuan sendi dan pemendekan otot lebih optimal, keluarga akan dilibatkan untuk melakukan latihan ROM. Fisioterapis akan mengajarkan kepada keluarga pasien stroke untuk membantu pasien melakukan latihan ROM ini setidaknya tiga kali dalam sehari. Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam melakukan latihan ROM pada penderita stroke, antara lain:

Latihan dilakukan dengan pelan dan hati-hati
Jika saat latihan timbul nyeri, maka latihan harus dihentikan
Hati-hati apabila sendi bahu mengalami subluksasi

Jika saat ini Anda sedang merawat keluarga yang menderita stroke, mintalah bantuan fisioterapis untuk mengajarkan kepada Anda bagaimana cara melakukan terapi latihan ROM yang benar.

Pengobatan Stroke dengan cetiloss dan morici

Pengobatan stroke dengan obat ini akan lebih efektif jika di kombinasikan dengan mengkonsumsi madu murni maupun madu fermentasi. anda juga dapat memperoleh madunya dengan membelinya di toko-toko atau juga dapat memesannya disini. Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Jika Tawon madu sudah berada dalam sarang nektar dikeluarkan dari kantung madu yang terdapat pada abdomen dan dikunyah dikerjakan bersama tawon lain, jika nektar sudah halus ditempatkan pada sel, jika sel sudah penuh akan ditutup dan terjadi fermentasi.

Rasa manis madu disebapkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan glukosa, dan memiliki rasa manis yang hampir sama dengan gula. Madu memiliki ciri-ciri kimia yang menarik, dioleskan jika dipakai untuk pemanggangan. Madu memiliki rasa yang berbeda daripada gula dan pemanis lainnya. Kebanyakan mikroorganisme tidak bisa berkembang di dalam madu karena rendahnya aktivitas air yang hanya 0.6.

Cara pemesanan obat stroke

Berikut ini petunjuk cara pemesanan produk kami :

  • Smskan format pemesanan anda seperti contoh:

Dani Saputra # Jl. Garuda No 2546 Kemayoran Jakarta Pusat # Obat Stroke # 3 PAKET # Bank Yang Akan Anda Gunakan ( Bca, Bni, Bri, Mandiri )

  • Setelah Anda Sms Format Pemesanan Kami Akan Membalas Jumlah Yang Harus Ditransfer Beserta No Rekening Kami. Selanjutnya Silahkan Lakukan Pembayaran Dan Setelah Anda Transfer Segera Lakukan Konfirmasi Pembayarannya.
  • konfirmasikan pemesanan anda seperti contoh berikut ini:

Dani Saputra # Jl. Garuda No 2546 Kemayoran Jakarta Pusat # 085 869 978 978 # Obat Stroke # Sudah Transfer Rp.1000.000 Via Bca An.Sugeng

  • Kirim Konfirmasi pemesanan anda pada ke nomor Hp yang tercantum di blog ini.

Mungkin cukup sekian dulu pembahasan admin kali ini mengenai sekilas info obat stroke dan penjelasan sedikit tentang stroke. Wassalam.